GEMA FAJAR GUNAWAN

Time

Sabtu, 30 Juni 2012

Kebutuhan Protein pada Ternak Non Ruminansia


Kebutuhan Protein pada Ternak Non Ruminansia

Gema Fajar Gunawan
Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
Email: gemacules@gmail.com
Dalam dunia peternakan kita dapat membagi ternak kedalam dua golongan, yaitu ternak ruminansia dan ternak non ruminansia. Ternak yang masuk kedalam golongan ternak ruminansia diantaranya sapi, kambing, domba, kerbau dan ternak yang masuk golongan non ruminansia diantaranya yaitu ayam dan babi. Ternak non ruminansia berarti ternak yang tidak mengalami ruminasi atau memamah biak. Hal ini dikarenakan ternak non ruminansia memiliki perut tunggal.
Pakan merupakan faktor yang dominan dalam menentukan tingkat produksi ternak. Oleh karena itu, komposisi ransum harus sesuai dengan kebutuhan ternak. Zat gizi yang paling harus diperhatikan dalam penyusunan ransum yaitu protein dan karbohidrat. Kebutuhan zat gizi tersebut harus diketahui dalam penyusunan ransum supaya kebutuhan zat gizi ternak tersebut dapat terpenuhi. Pada kesempatan ini, saya akan coba membahas mengenai kebutuhan protein dan energi pada ternak ayam niaga pedaging, ayam niaga petelur dan babi.
Ayam niaga pedaging (broiler) merupakan ternak final stock yang dibudidayakan dengan tujuan sebagai penghasil daging. Kebutuhan protein dan energi harus diketahui sebelum menyusun ransum, oleh karena itu diperlukan keterampilan dalam menghitung kebutuhan protein dan energi untuk ternak ayam broiler. Kebutuhan protein pada ayam broiler terbagi kedalam 3 kebutuhan, yaitu kebutuhan protein untuk hidup pokok, kebutuhan protein untuk pertumbuhan jaringan atau karkas dan kebutuhan protein untuk pertumbuhan bulu. Kebutuhan energi pada ayam broiler juga dibagi menjadi 3 kebutuhan, yaitu kebutuhan energi untuk hidup pokok, kebutuhan energi untuk aktivitas dan kebutuhan energi untuk pertumbuhan. Pada ayam broiler kebutuhan protein dan energi harus memperhatikan fase pertumbuhannya.
Ayam niaga petelur merupakan ayam yang dibudidayakan dengan tujuan utama menghasilkan telur konsumsi. Pada ayam niaga petelur juga kebutuhan protein dan energi berbeda. Kebutuhan protein pada ayam niaga petelur dapat dibedakan menjadi 4, yaitu kebutuhan protein untuk hidup pokok, kebutuhan protein untuk pembentukan jaringan, kebutuhan protein untuk pertumbuhan bulu dan kebutuhan protein untuk pembentukan telur. Kebutuhan energi untuk ayam niaga petelur juga dapat dibedakan menjadi 4, yaitu kebutuhan energi untuk hidup pokok, kebutuhan energi untuk aktivitas, kebutuhan energi untuk pertumbuhan dan kebutuhan energi untuk pembentukan telur. Pada ayam niaga petelur kebutuhan protein dan energi juga harus memperhatikan fase pertumbuhannya.
Ternak babi memiliki keunggulan dapat beranak banyak (prolifik), sehingga prospektif untuk dibudidayakan. Kebutuhan protein dan energi pada ternak babi dapat dibedakan pada ternak yang sedang tumbuh dan ternak yang sedang bunting. Kebutuhan protein pada ternak sedang tumbuh dibedakan menjadi 2, yaitu kebutuhan protein untuk hidup pokok dan kebutuhan protein untuk pertumbuhan jaringan, sedangkan kebutuhan protein pada ternak bunting dapat dibedakan menjadi 4, yaitu kebutuhan protein untuk hidup pokok, kebutuhan protein untuk pertambahan bobot badan induk, kebutuhan protein untuk produk kebuntungan atau konsepsi dan kebutuhan protein untuk babi menyusui.
Kebutuhan energi pada ternak babi sedang tumbuh dapat dibedakan menjadi 2, yaitu kebutuhan energi untuk hidup pokok dan kebutuhan energi untuk pertumbuhan, sedangkan kebutuhan energi untuk ternak sedang bunting dapat dibedakan menjadi 3, yaitu kebutuhan energi untuk hidup pokok, kebutuhan energi untuk pertambahan bobot badan babi bunting dan kebutuhan energi untuk laktasi.
Penghitungan kebutuhan protein dan energi yang tepat akan memberikan panduan penyusunan ransum yang sesuai dengan kebutuhan ternak yang bersangkutan. Ternak non ruminansia yang mendapatkan pakan yang balance dari segi kualitas dan kuantitas, maka produksi yang dihasilkan dapat optimal. Semoga ulasan ini dapat menjadi bahan informasi bagi peternak maupun pihak terkait. Semoga banyak manfaatnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Animasi