GEMA FAJAR GUNAWAN

Time

Sabtu, 16 Juni 2012

Beternak Puyuh


LATAR BELAKANG

Beternak puyuh masih sangat prospektif, artinya memiliki peluang pasar yang besar. Semakin hari, permintaan telur puyuh semakin meningkat. Keadaan ini menyebabkan para peternak puyuh merasa kewalahan memenuhi permintaan agen tetapnya. Dalam satu hari, permintaan aggen sebanyak 15 peti. Padahal kemapuan kelompok peternak yang terdiri dari 25 orang, baru mencapai 12 peti.
Usaha beternak puyuh masih dapat dijadikan sebagai sumber mata pencaharian. Salah satu petternak puyuh bahkan bisa menyekolahkan ketujuh anaknya sampai selesai, berkat usaha neternak puyuh. Beternak puyuh bisa mendatangkan keuntungan karena tiidak hanya telur puyuh yang bisa dijual, daging, kotoran, atau bibit puyuh pun bisa dijual. Salah satu buktti bahwa beternak puyuh memiliki prospek usaha yang baik adalah adanya usaha untuk memperluas areal petrnakan. Karena itu, beternak puyuh masih memiliki prospek bisnis yang besar.



TINJAUAN PUSTAKA

Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut "Quail", merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandangkandang ternak yang ada di Indonesia. (Huda.2008)
Untuk menentukan burung puyuh jantan dan betina,dapat dilakukan dengan cara (Nugroho.1990):
1. Cloacal Methode
Yaitu dengan memperhitungkan adanya alat kelamin rudimental yang berbentuk tonjolan atau lipatan kecil nampaknya seperti bentuk jantung pada bagian atas dinding cloaca.Kalau ada terlihat tonjolan maka menunjukan burung puyuh jantan,sedangkan bila tidak nampak adanya tonjolan hanya lipatan datar saja menunjukan burung puyuh betina.
2. Dengan Memperhatikan Warna Bulu
Cara ini baru dapat dilakukan bila bulu-bulu badanya sudah tumbuh lengkap.Umumnya pertumbuhan bulu lengkap pada umur 2-3 minggu.hal ini di dasarkan atas adanya perbedaan warna bulu dibeberapa bagian yang khas antara jantan dan betina.
Ø  pada burung puyuh jantan:Warna bulu penutup di bagian dada adalah merah   sawo matang tanpa adanya garis-garis atau bercak-bercak.
Ø  Pada burung puyuh betina: Warna bulu penutup di bagian dada adalah merah sawo matang dengan disertai garis atau bercakwarna kecoklat-coklatan atau ada belang hitam.
Lain dari tanda tersebut, dapat dibedakan dari suaranya dan besar badanya.Suara akan timbul pada umur 5-6 minggu,burubg puyuh jantan akan bersuara keras,sedangkan yang berina tidak keras.Berat badan burung puyuh jantan lebih  ringan dari berat badan burung puyuh betina.
Cara penentuan kelamin yang kedua lebih praktis dilakukan pada kondisi lapangan.tetapi tetap diperlukan pelatihan dan pengalaman serta pengetahuan tentang warna penutup badan yang khas antara jantan dan betina serta pada umur berapa yang tep[at dilakukan sexing tersebut,jugu perlu diketahui bahwa masing-masing burung puyuh mempunyai warna bulu yang khas yang berbeda antara jantan dan betina.Ketepatan dengan cara kedua ini cukup meyakinkan pula.
Secara umum pakan yang baik harus mengandung zat-zat makanan yang diperlukan puyuh, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin dam mineral. Selain itu, pakan tidak mengandung racun, jamur atau kuman penyakit. Pakan harus tersedia d tempat lokasi yang dekat dengan peternakan dalam jumlah yang cukup, harga reatif murah dan mudah diperoleh.
Selain pakan utama , puyuh memerlukan pakan tambahan. Pakan tambahan dengan jumlah tertentu yang dicampurkan dalam pakan utama akan meningkatkan kecepatan pertumbuhan puyuh dan meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Namun hal ini tidak diperhatikan oleh para peternak. Mereka memberikan pakaan utama berupa pakan jadi buatan pabrik. Menurut pengalaman dan kebiasaan mereka, cukupa dengan member pakan utama, puyuh teah berproduksi secara optimal. Padahal dengan pakan tambahan, zat-zat makanan yang belum  terpenuhi oleh pakan utama dapat dilengkapi oleh pakan tambahan, sehingga produksi puyuh terutama telur optimal. (Redaksi Agro Media. 2002).
Untuk mendapatkan puyuh dengan produktifitas yang tinggi, diperlukan kondisi lingkungan yang baik dan pakan yang baik. Produksi puyuh akan tercapai dengan baik jika pakan mengandung protein sekitar 20-26%, energi metabolisme sekitar 2400-3400 kkal/kg, kalsium sebesar 2.5-3%, dan fosfor sebesar 0.85%. pada masa starter dan grower, sebaiknya pakan mengandung protein 24% dan energi metabolismenya 3000 kkal/kg. (Redaksi Agro Media. 2002)
Puyuh mulai berproduksi pada umur 38 hari. Puncak produksi dapat berlangsung selama 4 bulan mulai bulan ke 4, 5, 6 dan 7. Puncak produksi dapat mencapai hingga 90% Biasanya puyuh berproduksi mulai pukul 15.00 sampai 22.00. Uniknya dari pemeliharaan puyuh ini, dalam satu kandang dengan populasi 2000 ekor diberi pejantan kurang lebih 5 ekor, tujuannya sebagai penyemangat betina supaya bertelur terus. Komunikasinya bisa didengar dengan suara mereka yang sahut menyahut. (Setiawan.2009)
Alasan-alasan burung puyuh diafkir adalah (Soetomo.1981) :
1.      Burung puyuh yang sudah tua dan tidak produktif
2.      Burung puyuh yang berpenyakitan
3.      Burung puyuh yang kanibal dan pejantan yang mandul
4.      Burung puyuh yang bulunya gundul karena umumnya umumnya tidak produktif
5.      Babon puyuhyang kloakanya keriput karena pada umumnya tidak produktif
6.      Pejantan puyuh yang jumlahnya lebih, lebih baik diafkir

 
METODE

Artikel ilmiah yang berjudul Beternak Puyuh Dengan Baik Untuk Menghasilkan Produksi Yang Optimal ini dibuat dengan menggunakan beberapa metode, yaitu dengan mencari dari buku-buku bacaan dan dari artikel-artikel internet. Buku bacaan yang digunakan seperti Pemeliharaan Puyuh, Puyuh Si Munngil Penuh Potensi, Meningkatkan Produktifitas Puyuh, dll.  Sedangkan artikel-artikel yang digunakan seperti Budidaya Burung Buyuh, Usaha Ternak Burung Puyuh, dll.



PEMBAHASAN

Burung puyuh asli Indonesia sudah dikenal orang Indonesia sejak dahulu kala, karena burung puyuh ini terdapat dimana-mana, biasanya terdpat di sawah-sawah tadah hujan, ditegalan dan dipekarangan yang berdekatan dengan sawah/tegalan ataupun yang dekat dengan sungai dimana terdapat banyak tumbuh-tumbuhan. Burung puyuh di negeri kita itu hidup secara liar dan belum diternakkan orang sebagaimana mestinya dan seandainya diternakkan juga tidak ekonomis mengingat telurnya yang sangat sedikitdam mempunyai sifat mengeram. Mungkin bila dikawinkan dengan puyuh yang berasal dari negeri lain yang sudah dibudidayakan akan menghasikan keuntungan yang baik bila diternakkan secara intensif.
Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut "Quail", merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandangkandang ternak yang ada di Indonesia. (Huda.2008)
A.    Jenis
kelas                : Aves (Bangsa Burung)
Ordo                : Galiformes
Sub Ordo        : Phasianoidae
Famili              : Phasianidae
Sub Famili       : Phasianinae
Genus              : Coturnix
Species            : Coturnix-coturnix Japonic
B.     Seleksi
Menyeleksi kelompok bibit burung puyuh berarti memilih burung puyuh yang baik untuk diternakkan. Yang perlu diperhatikan dalam penyeleksian bibit burung puyuh untuk peternakan, ialah :
1.      Bibit harus dalam keadaan sehat
2.      Keadaan buu tumbuh subur dan sehat (agak mengkilat)
3.      Bentuk badannya besar dan sedang
4.      Tidak kanibal
5.      Matanya terang dan sehat
6.      Bibit berasal dari induk yang baik dan produktif dan pejantannya sehat
C.     Sexing
Pemeliharan burung puyuh komersial di Indonesia sekarang ini bertujuan memproduksi telurnya saja, sehingga hanya burung puyuh betina yang diutmakan.Untuk menghasilkan telur yang berlembaga, diperlukan sedikitnya satu ekor pejantan untuk 2-6 ekor induk.
Untuk menentukan burung puyuh jantan dan betina,dapat dilakukan dengan cara (Nugroho.1990):
     1. Cloacal Methode
Yaitu dengan memperhitungkan adanya alat kelamin rudimental yang berbentuk tonjolan atau lipatan kecil nampaknya seperti bentuk jantung pada bagian atas dinding cloaca.Kalau ada terlihat tonjolan maka menunjukan burung puyuh jantan,sedangkan bila tidak nampak adanya tonjolan hanya lipatan datar saja menunjukan burung puyuh betina.
     2. Dengan Memperhatikan Warna Bulu
Cara ini baru dapat dilakukan bila bulu-bulu badanya sudah tumbuh lengkap.Umumnya pertumbuhan bulu lengkap pada umur 2-3 minggu.hal ini di dasarkan atas adanya perbedaan warna bulu dibeberapa bagian yang khas antara jantan dan betina.
Ø  pada burung puyuh jantan:Warna bulu penutup di bagian dada adalah merah   sawo matang tanpa adanya garis-garis atau bercak-bercak.
Ø  Pada burung puyuh betina: Warna bulu penutup di bagian dada adalah merah sawo matang dengan disertai garis atau bercakwarna kecoklat-coklatan atau ada belang hitam.
Lain dari tanda tersebut, dapat dibedakan dari suaranya dan besar badanya.Suara akan timbul pada umur 5-6 minggu,burubg puyuh jantan akan bersuara keras,sedangkan yang berina tidak keras.Berat badan burung puyuh jantan lebih  ringan dari berat badan burung puyuh betina.
Cara penentuan kelamin yang kedua lebih praktis dilakukan pada kondisi lapangan.tetapi tetap diperlukan pelatihan dan pengalaman serta pengetahuan tentang warna penutup badan yang khas antara jantan dan betina serta pada umur berapa yang tep[at dilakukan sexing tersebut,jugu perlu diketahui bahwa masing-masing burung puyuh mempunyai warna bulu yang khas yang berbeda antara jantan dan betina.Ketepatan dengan cara kedua ini cukup meyakinkan pula.
D.    Pakan
Secara umum pakan yang baik harus mengandung zat-zat makanan yang diperlukan puyuh, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin dam mineral. Selain itu, pakan tidak mengandung racun, jamur atau kuman penyakit. Pakan harus tersedia d tempat lokasi yang dekat dengan peternakan dalam jumlah yang cukup, harga reatif murah dan mudah diperoleh.
Selain pakan utama , puyuh memerlukan pakan tambahan. Pakan tambahan dengan jumlah tertentu yang dicampurkan dalam pakan utama akan meningkatkan kecepatan pertumbuhan puyuh dan meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Namun hal ini tidak diperhatikan oleh para peternak. Mereka memberikan pakaan utama berupa pakan jadi buatan pabrik. Menurut pengalaman dan kebiasaan mereka, cukupa dengan member pakan utama, puyuh teah berproduksi secara optimal. Padahal dengan pakan tambahan, zat-zat makanan yang belum  terpenuhi oleh pakan utama dapat dilengkapi oleh pakan tambahan, sehingga produksi puyuh terutama telur optimal. (Redaksi Agro Media. 2002).
1.      Aneka bahan pakan puyuh (Abidin.2005)
a. Dedak Padi
Merupakn bahan pakan hasil samping dari penggilingan padi.dedak padi terdiri dari pecahan beras,kantong benih(pericarp),dan bagian kecambah(germ).kualitas dedak padi berfarietas,tergantung pada prosentase ketiga bahan tersebut.secara umum dedak padi merupakan bahan pakan sumber energi(karbohidrat).penyimpanan sebaiknya di tempat yang kering dan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
b. Tepung Jagung
Jagung merupakan bahan pakan sumber energi.di Indonesia jagung berwarna kuning lebih di sukai daripada jagung berwarna putih.Padahal perbedaan keduanya hanya terletak pada kandungan vitaman A dan xantofil(zat yang berpengaruh dalam memberikan warna pada kuning telur),yang lebih bayak pada jagung kuning.kadar protein,lemak,dan karbohidrat relatife sama.Penyimpanan sebaiknya dalam bentuk utuh,bukan dalam bentuk tepung.
c. Bungkil Kedelai
Merupakan bahan pakan sumber protein dan hasil samping dari industri pengolahan minyak kedelai..Kadar protein kedelai 40-45%.bungkil kedelai merupakan bahan penyusun pakan yang dibutuhkan dalam jumlah relatife banyak oleh industri pakan.
d. Tepung Ikan
Merupakan bahan pakan sumber protein.Tingkat kebutuhannya relatife rendah daripada bungkil kedelai,hal ini dikarenakan harga tepung ikan lebih mahal .tepung ikan berkualitas tinggi memiliki kadar protein lebih dari 60%.
e.Tepung Kerang
Bahan pakan tepung kerang dibutuhkan dalam jumlah sedikit.Meskipun demikian,bahan ini harus ditambahkan untuk memenuhi kebutuhan mineral.
Selain lima bahan tersebut, ketersediaandi pasar relatife mudah perlu juga dicari alternatife,misalnya tepung singkong dan ampas tahu.
2.      Menyusun ransum pakan puyuh
a)      Pakan DOQ atau puyuh starter
-Dedak Padi           :25%
-Tepung jagung       :55%
-Bungkil kedelai     :9%
-Tepung ikan           :9%
-Tepung kerang       :2%
b)      Pakan Puyuh Grower
-Dedak Padi           :27%
-Tepung jagung       :55%
-Bungkil kedelai     :6%
-Tepung ikan           :10%
-Tepung kerang       :2%
c)      Pakan Puyuh Layer
-Dedak Padi           :21%
-Tepung jagung       :52%
-Bungkil kedelai     :16%
-Tepung ikan           :9%
-Tepung kerang       :2%
E.     Kandang
Kandang merupakan komponen penting daalm pemeliharaan puyuh, karena setiap hari puyuh tinggal disana. Karena itu kandang harus dibuat sebaik dan senyaman mungkin. Tentunya harus diseuaikan dengan sifat dan syarat-syarat hidup burung puyuh. Syarat-syaratnya tersebut sebagai berikut :
a)      Lokasi kandang harus jauh dari kebisingan
b)      Kandang harus terhindar ddari percikan air, baik langsung maupun tidak langsung
c)      Sirkulasi udara harus lancer
d)     Kandang menghadap kearah timur supaya sinar matahari pagi bisa masuk kedalam kandang
e)      Lantai kandang sebaiknya bukan dari tanah atau tidak menempel pada tanah
f)       Lokasi kandang puyuh harus jauh dari pemukiman karena kotoran burung puyuh berbau tajam
Kandang yang digunakan dalam beternakk puyuh pada dasarnya merupakan modiikasi dari kandang beternak ayam. Berbagai modifikasi telah dilakukan para peternak karena puyuh memilki tubuh dan ukuran yang relatif kecil.
Berdasarkan alasnya, kandang puyuh dibagi menjaadi dua, yaitu kandang slat dan kandang litter. Kandang slat adalah kandang tanpa menggunaan alas, dasar kandang langsung berupa kawat ram, sehingga kotoran puyuh akan langsung  jatuh kebawah. Kandang litter adalah kandang yang menggunakan alasnya seperti sekam atau kotoran.
Berdasarkan jumlah ternak yang ada di dalamnya, kandang dibaggi menjadi kandang individu dan kandang koloni. Satu kotak kandang individu dihuni satu ekor ternak. Satu kandang koloni dihuni oleh beberapa ekor ternak.
Sistem kandang yang digunakan oleh peternak bereda-beda tergatung pengalaman dan kebiasaan. Umumnya puyuh yang diambil telurnya menggunakan kandang sistem baterai. Sistem baterai untuk kandang produksi atau puyuh petelur merupakan modifikasi antara kandang koloni dan kandang slat, satu kotakk atau kandang dihuni oleh banyak puyuh dan dassar kandang langsung berupa kawat ram.
F.      Pemeliharaan
Untuk mendapatkan puyuh dengan produktifitas yang tinggi, diperlukan kondisi lingkungan yang baik dan pakan yang baik. Produksi puyuh akan tercapai dengan baik jika pakan mengandung protein sekitar 20-26%, energi metabolisme sekitar 2400-3400 kkal/kg, kalsium sebesar 2.5-3%, dan fosfor sebesar 0.85%. pada masa starter dan grower, sebaiknya pakan mengandung protein 24% dan energi metabolismenya 3000 kkal/kg. (Redaksi Agro Media. 2002)
Puyuh yang berumur 31-51 hari diberi pakan sebanyak 17.6 gr. Pada umur 51-100 hari diberi pakan sekitar 22.1 gr dan pada  umur 101-150 hari diberi pakan sekitar 24-25 gr. Pakan diberikan 2 kali sehari, yaitu pagi dan siaang sekitar pukul 14.00. bentuk pakan untuk puyuh masa starter dan grower lebih halus daripada pakan untuk puyuh produksi atau puyuh petelur.
Menurut pengalaman peternak, puyuh membutuhkan air minum sekitar 1 liter perhari untuk 50 ekor. Air minum diberikan 2-3 kali sehari yaitu pagi, siang dan malam hari. Sebaiknya air minum yang diberikan kepada puyuh harus memenuhi sebagai air minum berkualitas baik., seperti bebas dari logam-logam berat , memiliki kandungan E. coli yang rendah, dan memiliki pH sekitar 6.8-7.2.
Pemeliharaan burung puyuh dilakukan mulai umur 1 hari sampai 18 bulan. Saat berumur 1 hingga 30 hari pemeliharaan dilakukan pada kandang postal atau litter, hari berikutnya dipindahkan pada kandang batere. Dalamsistem perkandangan yang perludiperhatikanadalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 ºC; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.
Puyuh mulai berproduksi pada umur 38 hari. Puncak produksi dapat berlangsung selama 4 bulan mulai bulan ke 4, 5, 6 dan 7. Puncak produksi dapat mencapai hingga 90% Biasanya puyuh berproduksi mulai pukul 15.00 sampai 22.00. Uniknya dari pemeliharaan puyuh ini, dalam satu kandang dengan populasi 2000 ekor diberi pejantan kurang lebih 5 ekor, tujuannya sebagai penyemangat betina supaya bertelur terus. Komunikasinya bisa didengar dengan suara mereka yang sahut menyahut. (Setiawan.2009)
G.    Penyakit
Berdasarkan bagian vital puyuh yang diserang, penyakit puyuh bisa dibaigi menjadi dua, yaitu penyakit yang menyerang saluraan pernapasan dan yang menyerang system pencernaan. Dari penyebabnya penyakit tersebut digolongkan dalam 4 kelompok, yaitu penyakit bakteri, virus, cendawan dan penyakit kekurangan gizi.
1.      Penyakit yang disebabkan bakteri
a)      Radang usus
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri anaerobic dan menyerang bagiian usus. Puyuh yang terserang akan menunjukkan gejala lesu, mata sering tertutup, kotoran cair, dan bulu kusam. Bakteri anaerobic dapat tumbuh dann berkembang dalam kondisi lingkungan yang kurang bersih.
Apabila  puyuh sudaah terserang penyakit ini, langkah peratama adalah memiisahkan puyuh yang terserang dengan puyuh yang sehat. Kemudian dikarantina dan disuntik Kanamicyn, bisa juga diobati dengan Streptomicyn.
b)      Pulloruum
Pulloruum disebut juga penyakit berak putih atau berak kapur. Penyebabnya adalah bakteri Salmonella Pullorum. Peralatan kandang, pakan, dan air minum bisa menjadi penularan yang efektif. Tanda utama puyuh yang terserang penyakit ini adalah kotorannya berwarna putih. Untuk pengobatan dapat dilakukan dengan furazolidane.
c)      Coccidiosis
Penyakit ini dikenal juga sebagai penyakit bercak darah. Penyebabnya adalah protozoa Coccidea. Gejala yang harus diwaspadai adalah kotoran puyuh bercampur berccak darah, bulu disekitarr anus kotor, pucat, lesu, bulu kusam, nafsu makan menurun dan nafsu minum meningkat. Puyuh yang sudah terserang penyakit ini dapat diobati dengan Baiko, sebelum pengobatan dilakukan, puyuh dipuasakan terlebih dulu selama 2 hari.
2.      Penyakit yang disebabkan virus
a)      Tetelo
Penyakit tetelo dikenal dengan sebutan newcastel disease (ND). Puyuh yang terserang tetelo menunjukkan gejala lesu, nafsu makan turun, sesak nafas, sering merasa haus, sering bersin, ngorok, kotoran cair berwarna putih hijau, dan prodiksi telur menurun. Sampai saat ini penyakit ini belum ada obatnya.
b)      Quail Bronchitis
Penyakit ini disebabkan virus quail bronchitis atau adenovirus. Puyuh yyang terserang penyakit ini menunjukkan gejala sulit bernafas, batuk, tubuh gemetar, lesu, mata dan hidung mengeluarkan  lendir, dan bulu kusam. Penularan virus bronchitis bisa melalui udara, kontak langsung, peralatan. Penyakit ini belum ada  obatnya. Oleh karena itu, pencegahannya dengan meningkatkan gizi dan sanitasi kandang.
c)      Cacar unggas
Cacar unggas dikenal juga dengan fowl pox dan telah menyebar di Indonesia. Puyuh yang terserang cacar unggas menunjukkan gejala keropeng, keropeng di bagian kulit yang tidak berbulu. Jika puyuh yang sudah terserang, obat yang bisa diberikan berupa yodium tincture dan suntikan vitamin A. namun, cara terbaik adalah pencegahan melalui vaksinasi dipteria dan mengisolasi kendang yang sudah terkontaminasi.
3.      Penyakit cendawan
Cendawan yang sering menyebabkan penyakit pada puyuh adalah Aspergillosis fumigates. Puyuh yang terserang cendawan ini menunjukkan gejala antara lain napas  puyuh menjadi megap-megap sulit bernafas, selalu mengantuk, dan nafsu makan berkurang. Ada juga yang menunjukkan gejala fisik seperti pial dan kulitnya menjadi biru serta lehernya terpuntir akibat susunan saraf pusatnya rusak. Cendawan ini muncul apabila kondisi kandang terlalu lembab, kurang sinar matahari, kotor, dan ventilasi udara kurang baik. Untuk mencegah penyakit ini, sanitasi kandang harus diperbaiki, pemberian pakan harus diawasi, jangan sampai memberikan pakan yang sudah bercendawan.
4.      Penyakit kekurangan gizi
a)      Cacingan
Puyuh yang terkena cacingan menunjukkan tanda-tanda antara  lain badan menjadi kurus, lesu, dan lemah. Penyebabnya adalah masalah klasik, yaitu sanitasi yang buruk. Penanggulangan, puyuh yang sudah terserang diobati dengan obat cacing.
b)      Kekurangan vitamin E
Penyakit ini disebabkan puyuh kekurangnan vitamin E. gejala ada 2 macam yaitu gejala akut, dan gejala kronis. Gejala akut ditandai dengan muncunya warna kebiruan di bagian dada. Gejala kronis ditandai dengan nafsu makan menurun, puyuh menjadi kurus, lemah, lumpuh, bahkan sampai mati. Pengobatannya dengan pemberian vitamin E. Vitamin E dapat diberikan melalui pakan dan air minum.
H.    Pengafkiran
Alasan-alasan burung puyuh diafkir adalah (Soetomo.1981) :
7.      Burung puyuh yang sudah tua dan tidak produktif
8.      Burung puyuh yang berpenyakitan
9.      Burung puyuh yang kanibal dan pejantan yang mandul
10.  Burung puyuh yang bulunya gundul karena umumnya umumnya tidak produktif
11.  Babon puyuhyang kloakanya keriput karena pada umumnya tidak produktif
12.  Pejantan puyuh yang jumlahnya lebih, lebih baik diafkir
I.       Manfaat burung puyuh (Januwarsono.2010)
a)      Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat
b)      Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
c)      Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapatdigunakan sebagai pupuk tanaman


KESIMPULAN

Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut "Quail", merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandangkandang ternak yang ada di Indonesia.
Secara umum pakan yang baik harus mengandung zat-zat makanan yang diperlukan puyuh, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin dam mineral. Selain itu, pakan tidak mengandung racun, jamur atau kuman penyakit. Pakan harus tersedia d tempat lokasi yang dekat dengan peternakan dalam jumlah yang cukup, harga reatif murah dan mudah diperoleh.
Pemeliharaan burung puyuh dilakukan mulai umur 1 hari sampai 18 bulan. Saat berumur 1 hingga 30 hari pemeliharaan dilakukan pada kandang postal atau litter, hari berikutnya dipindahkan pada kandang batere. Dalamsistem perkandangan yang perludiperhatikanadalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 ºC; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.
Berdasarkan bagian vital puyuh yang diserang, penyakit puyuh bisa dibaigi menjadi dua, yaitu penyakit yang menyerang saluraan pernapasan dan yang menyerang system pencernaan. Dari penyebabnya penyakit tersebut digolongkan dalam 4 kelompok, yaitu penyakit bakteri, virus, cendawan dan penyakit kekurangan gizi.


DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Zaenal.2005.Meningkatkaan Produktifitas Puyuh.Jakarta: PT Agro Media Pustaka
Huda.2008.Usaha Ternak Puyuh.http. google.com
Januwarsono.2010.Budidaya Burung Puyuh.http.ristek.go.id
Media, Redaksi Agro.2002.Puyuh Simungil Penuh Potensi.Jakarta: PT Agro Media Pustaka
Nugroho, E.1990.Beternak Burung Puyuh.Semarang
Setiawan, Iwan.2009.Budidaya Burung Puyuh.http.central unggas
Soedirjoatmodjo, Soetomo.1981.Pemeliharaan Puyuh Secara Praktis dan Modern.Yogyakarta: BP. Karya Bani CV

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Animasi